Jumat, 01 Mei 2015

Januari 2015

Tapi yang jelas bukan sebuah kebetulan. Allah sudah menuliskannya dan mempertemukan aku harus bagaimana dalam menapaki kehidupan ini. Sepulang kegiatan terapi batu germanium, aku bertemu mamah Dul. Kami berbicang cukup akrab dan panjang lebar, yang tentunya tidak jauh dari sakitnya aku.Singkat cerita mamah Dul memberikan aku nomor kontak seorang kenalannya yang super..super baiknya. Namanya Mba Lily, secara langsung saja aku dan mba lily langsung bisa akrab. Padahal sebelumnya kami tidak saling kenal. 19 januari 2015, aku dan mba lily langsung janjian di klinik Wen Zhong, nama yang asing ditelingaku. Tapi insyaallah inilah langkah baik aku.Langkah pertama adalah bertemu seorang dokter yang cakep, masih muda, tapi subhanallah... konsultasi dimulai. Dokter ini seperti tahu isi hati ini, galaunya aku selama ini, berharap kesembuhan datang lewat bantuan mba li juga dokter Winata Wijaya. Cek laboratorium fungsi organ pun dimulai, alhamdulillah hasilnya baik semua mulai jantung, penkreas, liver, ginjal, dan paru-paru. Padahal selama ini aku banyak minum obat kimia mulai saraf kejepit, syaraf karena aku sakit kepala, tyroid, sampai obat dari dokter kulit.Sekali lagi Allah telah menunjukkan kebesarannya kepadaku. NIKMAT MANA YANG DAPAT KAMU DUSTAKAN'WI? Selesai cek lab. aku mulai menjalani refleksi, kop, akupuntur, dan yang tak kalah penting mengubah pola makan.Empat bulan sudah aku berhasil mengubah pola makan ini. Hampir 80% yang aku makan adalah serat yang berasal dari buah-buahan semua jenis, sayur-sayuran semua jenis, lauk pauk yang hampir tak tersentuh lagi MINYAK GORENG! Perlahan tapi pasti Allah memperlihatkan kebesarannya kepadaku, aku hampir mengenali tubuhku sendiri,jika terasa pusing aku langsung makan yang tentunya tidak tersentuh minyak goreng. Sekarang ini aku lebih sering kekurangan nutrisi ataupun kalori.Pengobatan tyroid secara rutin tetep aku jalani di RS Marzuki Mahdi setiap bulannya, dokter Erwanto begitu sabar dan telitinya. Obat masih terus harus aku minum. Di tahun kedua ini tyroid pun mulai membaik, Subhanallah Allah Maha Besar! Aku terus berbuat baik dan berbaik sangkaan kepada Allah. Dia yang sudah memberiku sakit, mengajariku sabar,dan terus mengajariku sabar. Terimakasih Allah atas apa yang sudah Kau berikan padaku selama dua tahun ini.Terima kasih Ibuku, suamiku, anak-anakku, kakak dan adikku, teman-temanku, terhormat Bapak dan Ibu Sutrisno, Bapak Sudirman,Bapak Heru Tarusan Belom, Bu Een, Bu Mia, Bu Sri Mulyati, Bu Yayah, anak-anak kelas 6 angkatan 23.