Minggu, 22 April 2018

Minggu, 25 Februari 2018

February

Waktu terus berlalu, dan aku selalu berharap aku tetap ada diantara kalian, anak anakku, ibuku, pacar setiaku. Walau detak jantungku terus aku rasakan. Istigfar, doa, dan harapan masih terus bisa bernafas. Terimakasih Tuhan atas semua yang Kau berikan, ijinkan terus aku panjang umur, walau jantung ini terasa aneh.

Senin, 29 Januari 2018

Januari 2018

Rumit banget hubungan ini, Tuhan.
Manusia hanya bisa rencana, tapi inilah hidup. Bagiku hidup adalah teka teki. Aku bagaikan anak buah catur yang dimainkan oleh sang pemain.
Setiap kali kamu jalan sayang, rasanya selalu berisi keluhan fisikmu, jika kamu ingin istirahat, maka istirahatlah.
Jangan kamu cari alasan dengan menyalahkan pola tidur aku. Aku tidur tidak lama, tapi lihat apa yang harus aku kerjakan. Sampai larut, seringnya tidak tidur lagi, tolong jangan salahkan aku.
Salah besar jika aku berharap bisa hidup bahagia sama kamu, belum hidup sama kamu saja ujiannya sudah banyak.
Aku paham, sayang. Kamu mau ketika pulang aku sudah memutuskan buat nikahi kamu. Asal kamu tahu saja yah, aku juga sudah ingin resmi, sayang. Aku engga mau menambah dosa aku.
Tapi tolonglah, sekali lagi inilah hidup aku, tapi aku terus minta sama Allah agar Allah merestui hubungan ini, yakinlah proses tidak pernah berkhianat. Allah yang akan pantaskan kita.

Kamis, 04 Januari 2018

2018

Move on.
Tidak semudah pengucapannya, kadang aku berpikir inikah nasib aku tuhan? Aku ikhlas, namun ketika aku harus move on apakah anak anakku, ibuku pun bisa move on?
Aku masih butuh suami, teman dalam menjalani hidup ini, bukan melulu mengurusi anak anak dan ibuku, sementara aku masih butuh bermanja, kasih sayang dari seorang suami yang dulu tidak aku dapatkan.
Aku hanya dibutuhkan dikasur, uangku.
Kini, ketika seorang lelaki datang melamarku, ibuku yang maju. Dengan tidak langsung menolak lamarannya. Kemana aku, jiwaku, ragaku.
Mengapa ibuku tidak mengerti kebutuhanku, mengapa ibuku membiarkan aku mendekati dosa? Tuhan aku butuhkan campur tanganMu. Tolong aku tuhan, keluar dari semua ini.

Rabu, 30 September 2015

Entah dari mana aku harus menuliskan semua. Semua penuh dalam otakku, berjejalan, berdesakan, hingga rasanya campur aduk. Aku coba mengingat kejadian satu persatu kejadian. Mungkin benar kata orang semua bukan faktor kebetulan, semua merupakan satu jalan kehidupan yang harus aku lalui, harus aku jalani, dan harus aku hadapi. Tuhan bantu aku terus dalam jalanMu, seperti yang pernah Engkau berikan kepadaku ketika aku menghadapi sakit. 4 juli 2015 kalau tidak salah hari Sabtu,jelang ulangtahunku yang ke 44 tahun. seperti biasa sabtu jika tidak ada kegiatan di sekolah aku pergunakan buat ke klinik dan rumah sakit. Jam 7 pagi aku sudah di klinik dan seperti biasanya klinik di hari sabtu begitu padat sehingga aku harus mengantri beberapa nomor. aku tidak terlalu memperhatikan jam ketika selesai terapi, tapi sudah biasanya aku langsung menuju ke tempat berikutnya adalah rumah sakit umum daerah kota bogor, karena aku harus dicek oleh dokter anna mariam seorang dokter THT yang amat baik dan sabar. Jam 11 pengambilan no pendaftaran dibuka, aku ambil no antrian dokter buat sore hari. setelah dapat no, akupun pulang naik angkot, karena bulan puasa jalanan begitu padatnya sehingga sampai di rumah aku pukul 13. aku berpikir masih ada waktu buat sholat dhuzur, tidur karena nanti jam 16 sore aku harus kembali ke rumah sakit daerah kota bogor.Begitu lelahnya aku dengan tidur yang singkat tapi subhanallah nikmatnya. jam 14 aku dibangunkan suami, dalam keadaan setengah sadar aku menjawab, jam berapa sih? jujur aku masih mengantuk, semangat amat?! Yah... kata-kata semangat amat membuat suami amat sangat marah dan inilah yang membuat awal sumber masalah. aku terpaksa bangun, mengatur strategi buat hari ini karena berbenturan jadwal ke dokter dan keinginan suami berbelanja keperluan lebaran. keperluan lebaran bagi suamiku merupakan kebutuhan yang utama, padahal aku melihat anak-anak begitu nyantai tidak ada yang membahas segala pernik lebaran. akhirnya aku ditemani mas ke rumah sakit hingga tuntas hari itu.pulang dari rumah sakit aku mampir ke bunderan yasmin buat beli bukaan puasa kesukaan suami dan anak-anak. Entah setan mana yang masih mendompleng dirimu, kamu masih marah... marah yang sangat. 20 tahun berumah tangga aku baru melihat kamu begitu marah, sambil mengucapkan kata-kata TAI kepadaku dan mengangkat kursi hendak dilemparkan kepadaku. sambil menangis aku berucap jika sudah tidak suka engga usah pakai menghina, air mata ini begitu tak menerimanya kata-kata itu. sakit...sakit sekali. tapi jangan salah sejak itu aku serasa terbangun dari tidur panjangku. aku serasa diingatkan kembali kejadian-kejadian lampau, yang subhanallah selama 20 tahun hanya kesedihan, kepedihan, kesengsaraan belaka yang mampu kau berikan buat aku dan anak-anak, janji-janji manis yang entah sampai kapan terleasilir. Kata maaf seperti biasa meluncur dari bibirmu tapi bukan dari hatimu. selalu berulang menyakiti, melayani dengan penuh kesempurnaan.

Sabtu, 27 Juni 2015

Juni 2015

Juni 2015 adalah bulan keenam setelah aku menjalani fasting. Aku mulai share tentang kesehatan, mulai share tentang food combination yang sebenernya tidak jauh berbeda. Aku terus minta sama Allah agar aku benar-benar sembuh. Saat ini yang aku rasakan adalah tenggorokanku seperti orang radang tenggorokan, sakit jika menelan, dahak terasa mengganjal, sesekali membuat aku susah bernafas. Allah, aku tidak mau tau aku sakit apa tapi tolonglah aku untuk memberiku sehat karena aku benar-benar minta, aku sudah ikhtiar kemana-mana. Aku yakin Allah dengar doaku, aku yakin Allah akan mengabulkannya, Aamiin YRA

Jumat, 01 Mei 2015

Januari 2015

Tapi yang jelas bukan sebuah kebetulan. Allah sudah menuliskannya dan mempertemukan aku harus bagaimana dalam menapaki kehidupan ini. Sepulang kegiatan terapi batu germanium, aku bertemu mamah Dul. Kami berbicang cukup akrab dan panjang lebar, yang tentunya tidak jauh dari sakitnya aku.Singkat cerita mamah Dul memberikan aku nomor kontak seorang kenalannya yang super..super baiknya. Namanya Mba Lily, secara langsung saja aku dan mba lily langsung bisa akrab. Padahal sebelumnya kami tidak saling kenal. 19 januari 2015, aku dan mba lily langsung janjian di klinik Wen Zhong, nama yang asing ditelingaku. Tapi insyaallah inilah langkah baik aku.Langkah pertama adalah bertemu seorang dokter yang cakep, masih muda, tapi subhanallah... konsultasi dimulai. Dokter ini seperti tahu isi hati ini, galaunya aku selama ini, berharap kesembuhan datang lewat bantuan mba li juga dokter Winata Wijaya. Cek laboratorium fungsi organ pun dimulai, alhamdulillah hasilnya baik semua mulai jantung, penkreas, liver, ginjal, dan paru-paru. Padahal selama ini aku banyak minum obat kimia mulai saraf kejepit, syaraf karena aku sakit kepala, tyroid, sampai obat dari dokter kulit.Sekali lagi Allah telah menunjukkan kebesarannya kepadaku. NIKMAT MANA YANG DAPAT KAMU DUSTAKAN'WI? Selesai cek lab. aku mulai menjalani refleksi, kop, akupuntur, dan yang tak kalah penting mengubah pola makan.Empat bulan sudah aku berhasil mengubah pola makan ini. Hampir 80% yang aku makan adalah serat yang berasal dari buah-buahan semua jenis, sayur-sayuran semua jenis, lauk pauk yang hampir tak tersentuh lagi MINYAK GORENG! Perlahan tapi pasti Allah memperlihatkan kebesarannya kepadaku, aku hampir mengenali tubuhku sendiri,jika terasa pusing aku langsung makan yang tentunya tidak tersentuh minyak goreng. Sekarang ini aku lebih sering kekurangan nutrisi ataupun kalori.Pengobatan tyroid secara rutin tetep aku jalani di RS Marzuki Mahdi setiap bulannya, dokter Erwanto begitu sabar dan telitinya. Obat masih terus harus aku minum. Di tahun kedua ini tyroid pun mulai membaik, Subhanallah Allah Maha Besar! Aku terus berbuat baik dan berbaik sangkaan kepada Allah. Dia yang sudah memberiku sakit, mengajariku sabar,dan terus mengajariku sabar. Terimakasih Allah atas apa yang sudah Kau berikan padaku selama dua tahun ini.Terima kasih Ibuku, suamiku, anak-anakku, kakak dan adikku, teman-temanku, terhormat Bapak dan Ibu Sutrisno, Bapak Sudirman,Bapak Heru Tarusan Belom, Bu Een, Bu Mia, Bu Sri Mulyati, Bu Yayah, anak-anak kelas 6 angkatan 23.